Saturday, November 7, 2020

ORANG SPT APA YANG AKAN KALIAN NIKAHI 2

Jodoh artinya apa, kompatibel alias saling melengkapi. Orang yang saya nikahi bukanlah yang selalu mendukung segala ide saya, mendukung segala keputusan, kompatibel artinya dia paham ada titik kelemahan saya yang harus dia bantu, atau yang sebaiknya dia lengkapi, bukan diperbaiki. Tidak ada manusia yang bisa memperbaiki manusia, misalnya pasangan kamu suka pukul dan berkali kali juga kalian maafkan karena berjanji berubah, tidak mungkin semudah membalik telapak tangan untuk berubah karena memukul sudah menjadi kebiasaan yang nyaman baginya atau bisa jadi kalian terjatuh di jebakan psikologisnya.
Sebagai wanita yang sedang menyiapkan diri utk menikah (kelak dlm waktu & perkenan Tuhan), tidak banyak syarat khusus dari saya untuk menikahi jodoh saya. Saya hanya belum menemukan satu klik dengan seseorang, ya barangkali itu tanda jodohnya. Jika kalian menikah hanya karena dia enak diajak ngobrol pun, semua masih bisa fatamorgana. Bahkan Siri, Alexa dan Cortana juga teman mengobrol yang baik, bisa melempar jokes seperti lainnya. Saat menemukan orang yang bisa saya nikahi, mungkin saya menemukan seseorang yang bisa saya percaya untuk jadi pendamping dan pelengkap hidup. Saya juga tidak perlu mengubah karakternya, berpura-pura perhatian dan membuat percakapan menarik. Bahkan ketika kalian memiliki pasangan yang kompatibel, hanya dengan kedipan mata dan juga jentikan jari, kalian akan paham tentang kode pasangan. Komunikasi non verbal justru lebih kuat daripada verbal.
Mungkin kalian pernah menemukan salah satu wawancara Bill Gates mengapa dia pada awalnya tidak suka wawancara di depan umum bersama Melinda dan selalu ditanya proyek Gates Foundation sedangkan Melinda selalu diacuhkan jurnalis? Bill Gates kemudian selalu menyela untuk memberikan ruang istrinya berbicara dan menegaskan bahwa ide di foundation adalah buah pikir istrinya dan memberikan lanjutan interview untuk Melinda berkembang. Sehingga sekarang Melinda sendiri memiliki banyak eksposure media dan Bill menghargai pemikiran Melinda bahkan tidak jarang Bill Gates hanya sedikit bicara dan semua penjelasan dipaparkan sang istri. Coba bayangkan jika Bill Gates beristri Kim Kadarshian, apakah akan menghasilkan Gates foundation, alih-alih malah sibuk disorot kehidupan pribadinya.
Dengan memiliki pasangan yang memang jodoh atau kompatibel, bukan hanya kualitas hidup saja yang meningkat bisa jadi karir, kesempatan belajar dan juga perbaikan karakter yang disadari masing-masing individu bisa meningkat. Jika pasangan kalian tidak menghasilkan keuntungan atau bahkan bersifat parasit barangkali bukan itu jodoh kompatibel untuk anda sekalian.

ORANG SPT APA YG AKAN KALIAN NIKAHI 1

"Marry someone you can talk with" Karena kelak saat kita tua dan badan kita sudah tidak mampu lagi melakukan banyak hal, satu satunya yang akan kita lakukan adalah berbincang bersamanya. 
Sejak dahulu saya juga berpikir seperti itu, saya perempuan ekstrovert, tapi saya lebih senang dengan laki laki introvert, saya senang melakukan diskusi dan deep talk, mantan saya sbg introvert sangat baik dalam melakukan hal itu. Setiap kali saya berbicara melantur kesana kemari dia akan menanggapi secukupnya, tidak berlebihan tidak kurang. Saya sangat senang, dan tanggapan-2 nya yg biasanya dari perspektif yg berbeda saya perlukan utk mengimbangi pendapat saya.

Saya selalu berpikir kelak saat pulang kerja akan banyak sekali pikiran dan cerita yang ada di kepala saya, kemudian saya akan melompat ke kasur, menceritakan semuanya pada suami saya, saya ingin suami saya bisa menanggapi dengan cukup antusias, tapi tidak ramai sendiri juga, antusias namun tenang, mau sabar mendengarkan, sambil tersenyum, kemudian di akhir saat saya sudah berbicara terlalu panjang dia bisa mendiamkan saya dengan cara memeluk saya, memeluk hangat, saya akan meleleh ditubuhnya.

Selain itu saya ingin suami yang bisa saya jadikan sahabat, teman bercerita apapun, karena kelak semua akan meninggalkan kita, kita hanya akan berdua menua bersama, bangun dan tidur disebelah sahabat anda, kerap bertengkar namun tahu saling menyayangi satu sama lain, bisa mencaci namun tetap diakhiri kalimat "I love you"

That kind of love will fill you with joy and excitement each day ❤ That kind of person yang jadi bukti bahwa semua yang terjadi sekarang untuk sesuatu yang baik di depan, that kind of person yang each time kita lihat matanya, kita tahu that "he loves me, and everything will be okay"

APA YANG MEMBUATMU JATUH CINTA?

POLA PIKIR. 
Serius, saya jaraaang banget suka sama orang karena tampang / penampilannya.
Saya suka pria yg pinter, kalo ibarat public figure tuh kayak Ernest Prakasa, gitu. Bukan selalu ttg pinter akademis (well, meskipun pinter akademis akan lebih sexy) tapi lebih ke pinter yang gimana ya kecerdasan sosialnya, wawasannya luas, punya suatu keahlian (music/public speaking/acting/directing/photography/writing/etc) bisa diajak diskusi asik tanpa menjatuhkan wawasan saya yang—maybe—ngga seberapa.

DUNIA / INTEREST YG BEDA
Saya juga suka pria yang DUNIANYA BERBEDA DARI saya, bukan dari dunia lain loh wkwkwkwkw ..... tapi interest nya beda sama saya jadi bisa diajak tukar pikiran, sharing wawasan,  sehingga  pengetahuan saya pun berkembang dan pola pikir saya juga bisa lebih terbuka ttg banyak hal.

HIS SENSE OF HUMOR
Nilai plus juga kalo dia punya sense of humor yang cerdas & sehat, maksudnya? Jujur (meski terdengar naive), saya ngga suka becandaan jorok atau yg mendiskreditkan perempuan (atau laki-2 juga) atau yang physical, bagi saya sesuatu yg lucu, bisa diketawain bareng-2 itu ngga harus jorok atau mempermalukan orang.  

MANNER - M-A-N-N-E-R 
In this reckless world, di belahan dunia bagian manapun, ada yg namanya MANNER, Sopan Santun, Tata Krama. Percuma ganteng and pinter kalau ngga ada manner-nya, nyablak blusak blusuk ngga tahu sopan santun, oh noooooo .......

JIWA SOSIAL, LEADER, PROTECTOR & PROVIDER
Yang ini ngerti kan ga perlu dijelasin? Ngga pelit, maksudnya! Bukan brarti saya berat berbagi tapi kadang saya pun ingin melihat (dan merasakan) ada "pengorbanan" (effort) dari dia buat nyenengin saya, meskipun hal kecil (ngga mahal) tapi bukankah romantisme di tumbuhkan dari hal-2 demikian. I don't look for a man to provide me financially but I am also NOT going to deal with a man that can't provide. I don't mind being submissive but I'll never let the blind let me.

Literally belum ketemu yg sesuai dgn apa yang saya suka, biasanya hanya1 atau 2 point saja dalam dirinya, but anyway, nobody’s perfect, so I’m okay with that. Bukankah faktor essential dlm relationship itu adalah acceptance and adjustment?

THE WORLD OF THE MARRIED (IV) - Min Hyun Seo - Park In Kyu

Sulit untuk keluar dari hubungan toksik/abusif. Park In Kyu ini manipulator kelas kakap. Sebenarnya ia tidak sayang Hyun Seo, tapi ia cuma butuh ada orang yang memperhatikannya—seperti kebanyakan abuser lainnya. Ia butuh ada orang yang ia kendalikan. Park In Kyu juga seorang narsistik dan memiliki attachment fearful-avoidant. Hyun Seo sendiri masuk ke dalam jebakan traumatic bondage, yaitu keadaan di mana ia dibombardir cinta awalnya lalu disakiti lagi, tapi jadinya malah ketagihan. Ia juga terkena stockholm syndrome di mana ia jatuh cinta dengan penyiksanya/penyanderanya. Ia juga memiliki hero syndrome di mana ia merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki perilaku buruk In Kyu. Ingat kan waktu Hyun Seo bilang ia sebenarnya bertahan hanya karena merasa kasihan?

Kenapa sulit? Karena hubungan abusif dapat mempengaruhi baik pelaku dan korban. Korbannya ini bisa sampai ketagihan disakiti dan dimanipulasi sedemikian rupa sehingga ia merasa ia pantas mendapatkan semua siksaan ini. Kadang, sang korban pun tidak sadar kalau dirinya korban, loh.

Minta bantuan orang lain untuk keluar dari hubungan toksik, jika perlu. Kalau perlu pakai bantuan pihak berwajib, LSM kewanitaan, dan lain-lain. Pindah yang jauh, blokir seluruh akses komunikasi. Dapatkan bantuan psikologis juga untuk memulihkan rasa percaya diri yang hancur akibat hubungan tersebut. Kebanyakan korban kekerasan memiliki kepercayaan diri yang rendah sehingga dimanfaatkan kelemahannya ini oleh pelaku.

Maafkan diri sendiri dan melangkah ke masa depan. Walau Hyun Seo sudah tidak mencintai In Kyu, tapi ia sepertinya masih berkubang pada masa lalunya dengan In Kyu. Namun, perkembangan karakter Hyun Seo terjadi ketika ia mulai menolak In Kyu dengan tegas dan memilih untuk melanjutkan hidupnya tanpa In Kyu. Hal ini dipermudah dengan kematian In Kyu.

THE WORLD OF THE MARRIED (III) - Keluarga Yeo

Uang dan kekuasaan bisa membeli semuanya. Sayang sekali ya, dunia masih bekerja dengan cara seperti ini. Ayah Da Kyung jelas memiliki uang dan kekuasaan untuk "mengatur" semuanya agar semuanya lebih mudah untuk Da Kyung. Ibunya juga menggunakan ini untuk "membeli" hati pada ibu-ibu di Gosan agar berpihak kepada mereka dan menjatuhkan Sun Woo. Da Kyung sendiri juga menggunakan ini untuk membela Joon Young saat memukul Hae Kang dengan mengiming-imingi dukungan politik untuk ayah Hae Kang. Menyedihkan, tapi nyata.

Jangan terlalu memanjakan anak. Anak yang salah harus diluruskan, bukan dibenarkan. Saya sendiri gemes banget lihat ibunya Da Kyung yang secara irrasional membela perbuatan "melakor" anaknya. Walaupun keluarganya udah hancur pun, gak ada justifikasi untuk orang merebut suami orang lain. Sun Woo disudutkan pula dan di-framing menjadi orang gila supaya anaknya yang dianggap benar. Ayahnya juga terlalu memuluskan jalan apapun demi anaknya. Bener sih anaknya bahagia, tapi salah kan? Apa orang tua juga nggak ikut salah kalau begini jadinya? Gak heran kalau Da Kyung gak paham kalau tiap orang punya hak dan kewajibannya sendiri-sendiri dan dia gak ada hak untuk merebut hak orang lain.

Sesuatu yang didapatkan dengan cara yang tidak benar akan berakhir sengsara. Mungkin awalnya bahagia, tapi karma menanti anda. Da Kyung awalnya merasa menang dengan telah merebut Tae Oh dari Sun Woo, tapi akhirnya hidupnya sengsara. Hati-hati, Tuhan tidak tidur.
Jangan gampang percaya omongan orang yang selingkuh. Bilang keluarganya hancur lah, istrinya gila lah, apa lah. Itu cara manipulasi pelaku untuk meyakinkan korban kalau korban adalah orang yang dapat melengkapi pelaku, padahal cuma buat pelampiasan nafsu aja. Tae Oh berhasil memanipulasi banyak orang kalau Sun Woo gila, termasuk Da Kyung. Logikanya, dia aja bohongin pasangannya, yakin dia gak bohongin anda juga?

Orang yang selingkuh kemungkinan akan selingkuh lagi. "Tidak ada jaminan kamu tidak akan berakhir sepertiku," ujar Sun Woo. Penelitian pun menunjukkan kalau orang yang selingkuh 3 kali lipat kemungkinannya untuk selingkuh lagi[1], jadi hati-hati.

Sunday, June 14, 2020

THE WORLD OF THE MARRIED (II) - Ko Ye Rim - Son Je Hyuk



Jangan menikah tanpa cinta. Cinta, walaupun bukan komponen terbesar dalam pernikahan, tapi tetap penting. Cinta kadang dapat memberi alasan untuk bertahan dan untuk mempertahankan komitmen. Lihatlah perasaan yang berusaha ditumbuhkan selama bertahun-tahun namun kandas.

Kamu baru sadar berartinya seseorang ketika seseorang itu sudah pergi. Ini kasusnya sama pada Sun Woo-Tae Oh dan Ye Rim-Je Hyuk. Biasanya saat sadar semuanya udah terlambat, sudah terlalu rusak. Kepercayaan yang udah pecah gak akan bisa utuh lagi. Jangan rusak kepercayaan dan komitmen anda dan pasangan.

Mandirilah secara finansial, terutama untuk wanita. Jadi ibu rumah tangga boleh, tapi sebaiknya tetap punya pegangan sendiri. Karena kita gak tau apa yang akan terjadi, bisa aja bangkrut, terlilit hutang, suami meninggal atau meninggalkan kita. Selalu sedia payung sebelum hujan. Ini penting banget karena Ye Rim terpaksa mempertahankan hubungannya dengan Je Hyuk karena kalau ia cerai, ia tidak punya apa-apa, padahal hubungannya udah gak sehat banget.

Punya anak bukan solusi. Kalau hubungan kalian dasarnya udah jelek, punya anak bisa merenggangkan semuanya malah. Ditambah menjadi alasan toksik untuk bertahan, demi kebahagiaan anak lah, anak harus tumbuh dengan orang tua yang utuh lah. Menurut hemat saya, itu semua hanya menambah masalah. Anda bisa cinta pada anak, tapi belum tentu cinta pada pasangan kalian. Lagi-lagi, nantinya anak jadi korban, karena tumbuh di keluarga palsu atau keluarga dingin yang orang tuanya terlihat saling tidak menyayangi, ditambah punya kebiasaan selingkuh.

Ibu rumah tangga dianggap pekerjaan rendahan, setidaknya di Korea Selatan (dan Indonesia, sayangnya). Je Hyuk awalnya benar-benar merendahkan Ye Rim yang tidak bekerja dan hanya mengurus rumah tangga. Ia selalu membandingkan Ye Rim dengan Sun Woo. Ibu rumah tangga masih dianggap sebelah mata, pekerjaan hina, pekerjaan rendahan, sehingga Je Hyuk bisa seenaknya, apalagi ia memegang ekonomi keluarga. Banyak ibu rumah tangga yang tidak diberikan uang secara layak oleh suaminya dan dianggap "Kamu kan nggak kerja". Padahal kemampuan mengurus rumah itu penting juga dan berat pekerjaannya. Ibu rumah tangga nggak dibayar, tapi asisten rumah tangga dibayar. Ironis, bukan?

THE WORLD OF THE MARRIED (I) - Ji Sun Woo - Lee Tae Oh - Lee Joon Young

I am not a fan of K-drama, K-pop, or any K-bla bla bla .... (maáfkan saya para penggemar drama Korea yg budiman), ini drama korea pertama yg saya tonton karena TERPAKSA, ya terpaksa! Kenapa saya ngga suka drama Korea, lain kali saya cerita.

Biasanya saya dan Kiki ngobrol lama ketika kami makan malam bahkan berjam-jam (lagi) setelah itu, apalagi hari-2 ini saya lagi ada banyak waktu. Tetapi keseruan ini ter-distraksi oleh serial drama Korea yang tayang di sebuah channel TV swasta dan lebih menyita perhatian anak saya daripada obrolan kami.

Kesel? Yes! Tapi kalau saya ikuti kekesalan ini saya bakal jengkel tiap malam krn drama ini tayang tiap malam. So, Saya mulai ikut terdiam dan menonton. 

(Thank God! Keputusan yg tidak akan saya sesali, ternyata Kiki lbh happy ketika saya terlibat). 

Saya ngga mau sia-2kan kesempatan ini (karena pasti TIDAK akan saya ulang nonton K-drama lagi), utk mengamati jalan cerita, kasusnya, karakter tokoh, moral story, dan lain lain. Ini harus jadi "sesuatu"- saya ngga mau rugi! (again) karena saya sedang ada waktu, jadilah "pengmatan" saya tadi 7 tulisan/post di blog ini.

Yeah, there is always something good even in unpleasant situation. 

(_sigh_)


The world of the married :
(I) Ji Sun Woo - Lee Tae Oh - Lee Jun Young
(II) Ko Ye Rim - Son Je Hyuk 
(III) Keluarga Yeo
(IV) Min Hyun Seo - Park In Kyu
(V) Hospital team mates
(VI) Masyarakat Gosan & Ibu-2 asosiasi wanita
(VII) Lingkungan sekolah Jun Young

Okay, kita mulai yaa :)








Selingkuh itu pilihan sadar. Gak ada tuh, istilah "khilaf".

Secantik apapun, sekaya apapun, sepintar apapun, sebaik apapun, semahir apapun anda dalam pekerjaan rumah tangga, anda gak bisa menjamin pasangan anda gak akan selingkuh. Jelas, apa kurangnya Ji Sun Woo? Sebagai wanita karir yang karirnya sukses banget, udah dokter, jadi associate director pula, ia juga merupakan ibu rumah tangga yang baik. Ia masih masak, bebersih rumah, melayani suami, dan lain-lain. Superwoman banget. Tapi Lee Tae Oh tetap selingkuh. Kenapa?

Selingkuh itu gambaran inferioritas diri, kurang bersyukur, dan/atau tidak menghormati pasangannya. Menurut saya, Lee Tae Oh memiliki gejala narsisistik yang dasarnya dari inferioritas sebagai mekanisme kompensasi. Ia membutuhkan banyak validasi dari luar untuk membuat dirinya merasa lebih baik. Ditambah dengan budaya toxic masculinity yang masih cukup kental di negara-negara Asia. Sedari kecil mungkin Lee Tae Oh sudah merasa inferior—ia dibesarkan oleh ibu single, yang sudah dijelaskan pada cerita bahwa janda punya stigma jelek di masyarakat Korea Selatan (dan negara-negara Asia lainnya, correct me if I'm wrong!). Ia juga kekurangan figur ayah yang membuatnya menjadi kurang percaya diri. Ditambah, pekerjaannya tidak menentu dan tidak selalu menghasilkan, jadi ia mungkin merasa gagal dalam hidupnya. 

Hal ini diperparah dengan perannya yang sudah menjadi suami dan normalnya suami yang menanggung finansial keluarga, namun pada kasus keluarganya, Sun Woo lah yang menjadi tulang punggung utama keluarga. Sun Woo membiayai proyek film Tae Oh juga, kan. Tae Oh makin merasa inferior, merasa tidak punya power, dan tidak punya kontrol. Oh, memang, dari kecil Tae Oh sudah merasa tidak punya kontrol untuk mencegah ayahnya pergi. Sekarang ia merasa "dikendalikan" oleh Sun Woo. Masyarakat juga menganggapnya remeh, terbukti dengan hanya Sun Woo yang disapa saat pesta-pesta. Tae Oh merasa "gagal" sebagai pria yang harusnya lebih dominan di keluarga. Tak heran ia merasa tercekik—inferioritasnya menjadi-jadi. Ia butuh wanita yang bisa ia kendalikan dan penurut. Itulah alasannya ia memilih Yeo Da Kyung sebagai selingkuhan, karena Da Kyung jauh lebih muda, lebih bisa diatur, dan dasarnya "bucin" banget, haha ...

Kadang, selingkuh itu bukan karena tidak cinta lagi. Tapi kebutuhan ego, atau bahkan kebutuhan seksual. Tae Oh selingkuh dengan Da Kyung bukan karena ia tidak cinta Sun Woo, ia hanya merasa tercekik. Merasa tidak maskulin bagi istrinya. Karena narsisistik-nya pula, ia merasa butuh dicintai banyak orang.

Jangan pernah merasa paling mengenal pasanganmu. Orang bisa berubah dalam hitungan detik, tergantung Yang Maha Membolak-balikkan Hati. Anda udah tinggal dengan pasangan selama apapun gak jamin kalau anda benar-benar mengenalnya. Bukannya harus curiga setiap saat juga sih, cuma percayalah pada insting anda ketika ada sesuatu yang dirasa gak beres.

Banyak-banyak cross-check tentang pasangan. Tanya teman, keluarga, rekan kerja, atau siapapun yang mengenal pasangan anda. Kamu mungkin dekat dengan pasangan anda, mungkin pasangan anda cerita satu dua hal penting pada anda, tapi itu tidak membuat anda paling kenal dengan dia. Percayai insting anda ketika anda merasa mulai ada yang salah, dan segera lakukan sesuatu.

Terbuka dengan pasangan masalah apapun, termasuk finansial. Tae Oh terlalu sering memanipulasi finansial keluarga, mulai dari mencairkan uang tanpa sepengetahuan Sun Woo, bahkan saat sudah bersama Da Kyung pun demikian.

Selektif memilih pasangan. Tentukan batasan-batasan dan kriteria pasangan yang anda butuhkan (categorize in Green Flags, Yellow Flags, dan Red Flags). Ketika anda menemukan Yellow Flags dalam diri pasangan, segera cross-check dan analisis lagi sebelum melangkah. Hati-hati, jangan gegabah. Pikirkan dampak ke depannya. Ketika anda menemukan Red Flags, tinggalkan tanpa babibu, terutama jika pasangan anda selingkuh dan kasar (verbal maupun fisik).

Jangan pertahankan rumah tangga demi anak atau demi hal eksternal lainnya. Yang penting: Gimana kualitas hubungan kalian? Gimana keadaan mental kalian berdua saat kalian bersama? Apakah saling menyakiti? Menurut saya, bertahan di hubungan toxic malah akan melukai anak. Anak tahu dan anak bisa merasakan. Anak tahu kalau anda tidak bahagia dengan pasangan anda. Sebagai anak yang sayang orang tua pastinya anak ingin orang tuanya bahagia. Lagipula, saat anda tidak bahagia, anda bisa aja emosi dan mempengaruhi psikologi anak anda. Keadaan rumah tangga jadi tidak stabil, tentu membuat anak bingung dan ketakutan. Prinsip saya, happy parent makes happy children.

Posisi suami dan istri di rumah tangga sebaiknya setara. Suami memang pemimpin, tapi pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mendengarkan aspirasi orang yang dipimpinnya, dalam hal ini istri dan anak. Selalu diskusikan keputusan apapun yang ingin diambil.

Punya lebih banyak uang ngga semerta-merta membuat seseorang jadi dominan. Tae Oh sepertinya merasa Sun Woo dominan karena pekerjaan dan uangnya lebih baik dan bagus dari dirinya, padahal Sun Woo nggak pernah merendahkan Tae Oh sekalipun. Jadi, sebenarnya, istilah dominan dan inferior menurut saya hanyalah bentuk dari ketidakpercayaan diri.

Perceraian itu berantakan. Ribet. Ada harta gono-gini, hak asuh anak, dll. Korbannya? Tentu anak. Anak dari org tua yang bercerai cenderung menyalahkan diri sendiri, dipikirnya orang tuanya bercerai karena dirinya. Belum lagi konflik batin karena kekurangan kasih sayang orang tuanya yang sekarang terpecah. Diperparah dengan pasangan baru orang tuanya, anak juga dipaksa harus menerima keadaan. Semua ini terlalu membingungkan untuk anak.

Komunikasi dua arah itu penting. Sama siapapun. Termasuk anak yang anda pikir tidak tahu apa-apa. Anak juga manusia, ia punya cara pikir sendiri, punya perasaan sendiri. Tanya pada anak anda apa yang dia rasakan tiap harinya. Tanyakan keinginannya. Diskusikan, dan buang ego anda sebagai orang tua. Ganti mindset harapanmu pada anak menjadi "Yang penting anak saya bahagia, asal ia ada di jalan yang tepat". Tugas orang tua hanya mengarahkan, bukan mengatur. 

Ini saya petik dari cara komunikasi Sun Woo ke anaknya, Joon Young yang terkesan satu arah, tipikal Asian parent yang penginnya anak cuma belajar, belajar, belajar. Sun Woo juga tidak menanyakan perasaan anaknya ketika memutuskan sesuatu. Saya tahu apa yang diputuskan Sun Woo mungkin yang dia anggap terbaik untuk keluarganya, tapi dia lupa ada orang yang mungkin terdampak dan juga memiliki suara. Disaat semua orang kesal dengan Joon Young, saya kasihan. Dia ini korban, walau saya tidak membenarkan juga apa yang dilakukan Joon Young yang sering kurang ajar.

Belajarlah jujur pada perasaan sendiri dan terbuka tentangnya. Sun Woo adalah wanita tegar dan kuat, semua masalah dapat ia hadapi. Tapi ia sangat mengunci rapat perasaannya, tidak mau berbagi pada orang lain, termasuk anaknya. Padahal, bicara dari hati ke hati juga penting. Walaupun tetap harus dibatasi mana yang harus anak tau. Selain itu, minta tolong ketika butuh bantuan. Kadang kita tidak bisa menghadapi semuanya sendirian. Inilah yang memicu perilaku alkoholic Sun Woo.

Seorang ibu akan mati-matian membela anaknya. Hal ini benar dalam kasus Sun Woo yang mati-matian membela anaknya dalam keadaan apapun. Tapi masalahnya, keputusan yang diambil Sun Woo kadang bertentangan dengan keinginan Joon Young, sehingga Joon Young merasa sering tidak dipahami dan tidak memiliki kedekatan emosional dengan Sun Woo dibandingkan dengan Tae Oh. Walau Tae Oh bukan ayah dan suami yang baik, ia paling mengerti keinginan Joon Young dulu.

Anak tidak hanya butuh materi, tapi butuh cinta dan kasih sayang. Sun Woo sebenarnya memberikan semua itu, tapi ia lupa kalau anaknya butuh waktu bersamanya dan butuh didengarkan keinginannya. Menurut pengamatan saya, Sun Woo terlalu mendikte Joon Young masalah akademis, walau maksudnya baik. Sun Woo juga egois ketika ia berusaha mempertahankan pekerjaannya yang menyita waktu—alasannya agar Joon Young hidup dengan layak. Padahal, semua orang tahu kalau pasien Sun Woo banyak dan walaupun ia tidak jadi direktur ia bisa tetap berpenghasilan banyak. Ini ada campur tangan ego Sun Woo yang tidak ingin kedudukannya dijatuhkan.

Kenali anak anda dengan baik. Ajak bicara, ajak tukar pikiran. Jangan hidup dengan pemikiran anda sendiri yang percaya bahwa anak saya pasti baik. Anak juga bisa salah, itulah tugas orang tua untuk meluruskannya. Ketika anak menyembunyikan banyak hal dan tidak bercerita apapun pada orang tua, menurut saya, parenting-nya gagal. Orang tua dianggap tidak bisa menjadi tempat aman untuknya bercerita. Jangan terlalu banyak menceramahi anak. (saya sedang mengingatkan diri saya sendiri).


Wednesday, June 10, 2020

THE WORLD OF THE MARRIED (V) - Family Love Hospital (dr. Sul, dr. Kim, dr. Kong, dr. Ma)

Masalah mental dekat sekali dengan kita. Gak cuma orang biasa, dokter pun punya masalah mental. Stigma masyarakat masih buruk tentang mencari pertolongan ke psikiater atau psikolog sehingga ketika ada orang yang konsultasi ke psikiater dianggap gila atau stres. Orang yang tidak stabil mentalnya langsung dianggap tidak kompeten dalam pekerjaan. Padahal Sun Woo kompeten sekali dalam pekerjaannya. Orang berusaha menjatuhkannya karena isu masalah mental dalam dirinya dan anaknya.

Manusia harus saling menolong dan peduli. dr. Kim adalah salah satu contoh orang paling peka dan peduli yang saya tau. Ia membaca hal tersirat dari banyak hal dan dugaannya selalu terbukti benar. Terlepas dari motif apa yang ia lakukan untuk Sun Woo, tapi ia benar-benar selalu ada ketika Sun Woo membutuhkannya, bahkan ketika Sun Woo nyaris mati.

Masalah pribadi dan masalah pekerjaan harus dipisahkan. Jika masalah pribadi dirasa akan mengganggu pekerjaan, baiknya diselesaikan dulu. Terbukti saat Sun Woo depresi dan jadi tidak fokus dalam memeriksa pasiennya hingga misdiagnosis.
Ini juga berlaku pada dr. Ma yang dikeluarkan dari Family Love Hospital karena masalah kecanduan alkoholnya oleh Sun Woo namun tidak menyimpan dendam, malahan ia tetap membantunya saat kesulitan. Masalah kerjaan ya kerjaan aja, jangan dibawa personal.

Jangan jadi orang munafik. Ini untuk dr. Sul yang bermuka dua banget dari awal. Orang seperti ini, menurut saya, hanyalah orang yang gak bisa menentukan sikap.

Tidak menikah adalah pilihan. Menikah gak menaikkan derajat sosial seseorang. Aneh banget kalau sampe dibuat peraturan orang yang memiliki jabatan harus sudah menikah. Bukannya malah bagus kalau orang single yang memimpin karena tidak tercampur dengan urusan keluarga?

Rumah sakit itu bisnis, terutama rumah sakit swasta. Ya, sudah jadi rahasia umum kok. Walau fokusnya adalah untuk pelayanan pasien, tapi rumah sakit juga harus mendapatkan untung sebesar-besarnya. Demi bisnis dan uang, kadang orang melakukan segala macam cara. Ini berlaku untuk dr. Kong yang secara tidak objektif menurunkan Sun Woo dari jabatan hanya untuk menerima sumbangan dari keluarga Yeo. Orang yang dianggap tidak lagi menguntungkan bisa dibuang begitu saja. Tapi dr. Kong tidak sadar kalau sumber uang rumah sakit sebenarnya Sun Woo, bukan uang sumbangan itu. Untung akhirnya sadar waktu Sun Woo resign.

THE WORLD OF THE MARRIED (VI) - Masyarakat Gosan & Ibu-Ibu Asosiasi Wanita

Orang bisa bermuka dua demi uang, jabatan, dan kekuasaan. Kita tau kalau ibu-ibu di asosiasi wanita ini adalah istri dari orang-orang berpengaruh di Gosan. Mereka terpaksa memaklumi dan menerima Da Kyung hanya untuk memuluskan usaha suami-suami mereka untuk menjaga hubungan baik dengan orang paling berpengaruh di Gosan, yaitu ayah Da Kyung. Mereka aslinya gak suka dan nyinyirin Da Kyung banget, kan, di awal.

Ketika kita gosipin orang, gak ada jaminan kalo kita gak digosipin juga ketika kita gak ada. Teman yang baik sebaiknya tidak menceritakan aib teman kita ke orang lain.
Jangan terlalu percaya pada orang lain karena gak ada jaminan orang itu tidak akan mengkhianati kita, terutama saat kita sedang sukses. Orang yang bisa dipercaya adalah orang yang membantu kita saat keadaan terpuruk.

Orang mudah sekali percaya dengan rumor dan gosip murahan, apalagi jika citra orang tersebut sudah buruk di mata masyarakat. Orang juga mudah sekali menyimpulkan sesuatu tanpa cari tau kebenarannya. Aneh banget waktu mereka mikir kalau In Kyu adalah pacar Sun Woo yang depresi diputuskan. Padahal nanya sama Sun Woo aja nggak. Gosip ini mudah "digoreng" karena Sun Woo janda yang pacaran sama brondong. Wuih, bagus banget untuk makin menjatuhkan citra Sun Woo.

Masih banyak stigma kolot yang melekat. Stigma janda yang jelek di mata masyarakat karena tidak dapat mempertahankan keluarga, janda genit, janda yang dianggap tidak terlalu sanggup untuk menghidupi anak-anaknya. Stigma inilah yang menjadi salah satu alasan para istri yang terjebak hubungan toksik dalam pernikahan enggan menceraikan suaminya. Lebih baik tersiksa jadi istri daripada dihujat masyarakat karena menjadi janda. Padahal, apa salahnya janda? Siapa juga yang mau jadi janda? Apakah semua janda genit? Buktinya, pelakor di cerita ini aja single, bukan janda kok. Sun Woo sendiri awalnya sempat termakan stigma ini ketika ia curiga ibu No Eul lah yang menjadi pelakor.

Budaya patriarki juga kental di sini, di mana perempuan tidak dianggap mampu, perempuan tidak boleh memiliki jabatan tinggi, dan lain-lain.

THE WORLD OF THE MARRIED (VII) - Lingkungan Sekolah Joon Young

Bullying ada di mana-mana. Targetnya anak-anak yang dipandang lemah dan memiliki keluarga berantakan, atau malah bisa jadi anak-anak ini yang jadi pembully. Sekolah harus tegas menindak dan selalu memantau kejadian bullying di sekolah. Bullying berdampak pada mental dan fisik korban.

Citra buruk orang tua berdampak pada anak. Orang tua bercerai atau punya catatan buruk dan/atau kriminal menyebabkan anak dilabeli sebagai anak tidak baik. Hal ini tentu perlu diajarkan pada anak, bahwa menilai seseorang harus secara individu, bukan karena dari siapa keluarganya atau kekayaannya. Anak pelacur tidak selalu jadi pelacur atau buruk, kan?

Laporkan kejadian buruk yang anda lihat. Itu sebenarnya menyelamatkan pelaku agar tidak mengulangi kesalahannya lagi dengan dihukum sewajarnya.

Wuah, panjang juga jadinya. Saya suka sama drama ini karena perkembangan karakternya berasa banget dan menurut saya plotnya cukup realistis dan mengangkat masalah-masalah krusial di masyarakat. Semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua!

Thursday, February 13, 2020

KAPAN NIKAH?

Ini adalah pendapat teman saya yang diusia 45 tahun, karir gemilang dan belum menikah, dan sebagian saya collect dari jajak pendapat acak. (Masukkan saya dalam daftar peserta jajak pendapat tersebut)

Kenapa banyak wanita mandiri dgn karir yang baik di usia matang tidak segera menikah? Karena hidup sendiri lebih menyenangkan daripada hidup dengan orang yang belum kita yakini.

"Apakah dia jelek?" Oh tidak, dia cantik, wajah terawat, hairdo sempurna, penampilan terkini.

"Apa dia straight?" Straight lah, dia juga ingin menikah, ingin berkeluarga.

"Terlalu kaya?" Ngga juga, tapi cukup lah ... punya mobil, gaji dua digit, cukup untuk biaya diri sendiri dan orang tuanya.

"Trauma masa lalu?" Tidak juga. Dia cukup sering ganti pasangan, alasan bubar simple, tidak cocok! What is love if not trial and error. You'll finally find the best person only after you know why the others didn't work.

"Playgirl?"Menurut saya kategori wajar, pacaran pada umumnya, malah saya salut sampai di usia nya sekarang masih menjaga virginitas nya.

So, alasannya hanya ingin menikah ketika sudah menemukan orang yang tepat menurut versinya yang membuatnya merasa siap untuk menikah. Bukan menikah karena umur, bukan menikah karena omongan sumbang orang-2 sekitar. Saya setuju!

Dan bagi saya itu masuk akal, daripada kita menikah asal-asalan, daripada kita menikahi seseorang terlalu cepat karena emosional, atau bahkan karena tuntutan banyak orang

Dan tidak semua orang yang menikah tujuannya ingin memiliki anak, definisi menikah pun bukan karena ingin memiliki momongan, tetapi adalah berbagi hidup dengan pasangan, ada anak maupun tidak.

Menikahlah karena dia orang yang tepat, karena menikah itu one way ticket, no return! Adanya cuma terjun bebas dari pesawat.

Banyak hal tentang relationship yang justru secara dalam dan pada sudut pandang yang netral, saya pelajari karena saya sedang tidak menikah. Sambil malu malu jika mengingat banyaknya kesalahan yang sudah saya lakukan dalam hubungan, saya bersyukur Tuhan mengajari saya hal hal yg hakiki dalam membina hubungan. 

Jika suatu hari nanti Tuhan meng-anugerahkan pernikahan bagi saya, saya percaya itu adalah pernikahan yang benar benar bisa saya nikmati, less hassle, NO drama, tidak lagi tentang ego dan banyaknya argument, karena kami sudah sama sama settled, kesatuan 2 orang dewasa yang utuh, ya (mungkin) masih ada bekas luka masa lalu masing masing, tapi itu tidak melukai pernikahan kami, bekas luka-luka itu hanya sbg reminder bhw kami pernah belajar dari sebuah pengalaman hidup / hubungan yg gagal, kesatuan dlm kesepahaman utk saling menghormati pasangan, mengasihi & mendukung. 

Saya suka kalimat ini : Persahabatan sejati adalah hubungan yang paling kuat. Hubungan jangka panjang saling mengasihi, memahami, respect and support 💕

Suami dan istri seharusnya adalah sahabat terbaik bagi masing-masing.


MARRIAGE IS A DAILY LIFE

Before I continue writing, forgive me for the title of this post that may sounds like it understates the meaning of marriage. NO! It is not ...