Saturday, March 19, 2022

SAHABAT JADI CINTA

Kamu bisa nggak sadar, ketika dia diam-diam menyelinap di hatimu sebagai orang yang paling kamu cintai dalam hidup. Ada yang bilang bahwa cewek dan cowok tidak akan bisa bersahabat hingga erat dan dekat karena keduanya pasti akan saling jatuh cinta. Well, pemikiran tersebut memang masuk akal karena perasaan manusia sangatlah dinamis, bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Kalian berdua merasa nyaman bersama
Kadang tidak perlu kata-kata, tapi dalam keheningan pun kamu bisa merasa nyaman menghabiskan waktu bersamanya. Asal dia di sebelahmu, asal dia menemanimu seharian, dalam diam pun kamu bisa merasa senang.

Ngerasa ada yang kurang kalau dia nggak ada
Ini akibat kalian terlalu lama bergaul dan tahu kebiasaan masing-masing, bahkan tahu apa yang akan dipikirkan oleh satu sama lain.

Sahabatmu ingat betul setiap detail hal-hal yang kamu suka atau benci dan kebiasaanmu
Namanya sahabat, kamu pasti hafal kebiasaannya dia dong? Mulai hal tersimpel hingga yang paling kompleks. Hubungan kalian jadi semakin dalam karena kalian berdua secara tidak sadar melakukan apa yang dilakukan oleh sepasang kekasih.

Kalian nggak sadar kalau cinta itu datang tiba-tiba
Seperti orang yang mengendap-endap masuk dan tiba-tiba memberimu kejutan, seperti itulah orang yang jatuh cinta sama sahabatnya. Didn’t see that one coming though.

Kalau kalian berdua sudah berpikir matang-matang dan merasa kalian berdua memang tepat sebagai sepasang kekasih, then go for it! Memberikan kebebasan pada waktu yang berjalan bukan berarti kamu menggantung terus lho. Kalau kalian berdua sudah nyaman satu sama lain dan memang merasa kalian ditakdirkan Tuhan untuk menua bersama, ya jalani saja. Good luck!

Wednesday, November 3, 2021

BE OPEN BE VULNERABLE - WORK ON RELATIONSHIP



Relationships are never easy. They take a lot of work, but if you push through all the hardships and turmoils, then you can find ways to emotionally communicate better with your partner. Relationships are about creating a life with another person. Unlike family, you choose to have that person in your life because you deeply love and care for them. Both of you have been through thick and thin and you pride yourself in the respect you have for one another.

Relationships take a lot of hard work to make them work. I don't think I have ever heard of a perfect relationship, and if you have, well that person is probably lying. Everyone has a few key qualifications that they need to have in a relationship. For some, honesty trumps loyalty, while for others, sex is above being wealthy. Even though, all of these are pretty important to have in a relationship, I believe communication, especially open communication, is a huge factor in making a relationship truly work.

If you and your partner know how to communicate with each other, then you have a pretty solid relationship. It's a great feeling knowing you can go to your partner with any concern or thought and know they are going to respect and empathize with you. But being completely transparent with your partner is not everyone's strong suit. It will take practice and determination to get it just right. With a few tips below, you and your partner will be communicating well in no time.


1. Ignore Your Fear of Rejection
When it comes to being open, you have to let go of the thought of possibly being rejected. Being open means being vulnerable, and for you to achieve an honest and open relationship, you can't be afraid of what the outcome might be. If you can't be open with the person that you love because you are afraid of what they might think or say, then that is not a relationship to be in. Your significant other needs to be empathic and understanding when you are expressing your feelings, because it's not easy for everyone to be verbal about how they feel inside. Take baby steps when it comes to being open with your partner. If they are not reacting in a positive way, explain to them how that makes you feel. It could help them understand where you are coming from.


2. Be Honest
Don't be afraid to be completely honest with your partner. I'm not saying make-them-cry honest, I just mean to be honest with your feelings and don't lie to make them feel better when it comes to serious conversations. You are doing more harm than good. I appreciate it when my significant other can be vulnerable and honest with me. I feel it makes us closer as a couple, which then makes me feel like I can be open and honest with him.


3. Say Statements, Not Questions
Don't try to beat around the bush when it comes to your emotions. Sometimes people ask questions instead of saying statements as a passive aggressive way of looking for an answer they want. Instead, just be honest with yourself by saying exactly what you want in an "I" statement way and not a "you" statement. This will help clarify any misinterpreted feelings and allow you and your significant other to get straight to the point.


4. Align Your Feelings With Your Behavior
Try to think about how you are feeling inside. When you become emotionally intelligent with yourself, then you are able to figure out how you can relate that to your outside behavior. Don't try to hide how you really feel. You are not being fair to your partner nor yourself. 

I am a very emotional person. When I am having a deep conversation with someone, I usually have a lot to say. Sometimes I also have a very hard time opening up. When we have arguments, I overthink a lot and takes a long time to respond. No matter how you communicate, as long as you are correlating your internal feelings with your external words and behavior, then you are on the right track.


5. Explain What You Want
Don't be afraid to be direct. It's a key way for you and your significant other to be understanding of certain things and how they affect you. When you explain what you want, whether it pertains to the relationship or some outside influence, there really should be no room for confusion. This is especially key if you are talking about sex. Sometimes there is trouble in paradise, and one of the best things you can do in this situation is to explain exactly what you like and want in the bedroom. Even if it may be uncomfortable for you, you have to take this step to better the sex life between the both of you. Whether it is the good, the bad, or the ugly. Like before, if you are not empathic in a deep, open conversation, then you are just going to end up hurting feelings instead.




Pasangan Hidup Itu Bukan Soal Jodoh Tapi Pilihan

Menurutmu, pasangan hidup itu jodoh atau pilihan? Pertanyaan itu secara otomatis mengingatkan pada  pertanyaan saya bertahun-tahun lalu: Jodoh itu sebenarnya ada ngga siy?

Seringkali saya mendengar orang menghibur seseorang yang patah hati dengan kalimat “Ya mungkin bukan jodoh”. Atau banyak juga yang memotivasi dengan kalimat “Kalau jodoh nggak akan ke mana”. Dulu saya percaya-percaya saja. Tapi semakin lama, saya jadi bingung memikirkannya. Jodoh itu ada ngga siy?


1. Bicara soal jodoh, artinya ada seseorang yang ‘mau-tak-mau’ akan bersama kita. Sedang setiap orang memiliki pilihan yang berbeda. 

Dulu saya berpikir jodoh itu adalah sesuatu yang “mistis” sekaligus romantis. Maksudnya, konsep bahwa ada seseorang yang diciptakan untuk satu sama lain, itu sangat indah bukan? Karena dengan begitu, takdir sudah menjamin bahwa suatu saat kita akan bertemu dengan “orang itu”. Namun kemudian saya berpikir, bukankah setiap orang punya kehendak bebas dan pilihan? Bagaimana bila seseorang yang ditakdirkan untuk saya itu memilih untuk hidup selibat? Apakah itu artinya saya sudah dikhianati oleh jodoh yang bahkan belum saya temui?


2. Tak ada dua orang yang benar-benar cocok atas segala hal. Sebuah hubungan selalu tentang kompromi.

Jiwa lugu saya dulu juga berpikir, tak ada yang bisa mengalahkan takdir. Bila dia jodohmu, kecocokan itu sudah mendarah daging dan sulit diingkari. Namun, semakin dewasa, ternyata saya melakukan kompromi ketika sedang jatuh cinta. Ada hal-hal yang tidak cocok dari dia, namun saya terima dan sebaliknya. Ada hal-hal di antara kami yang sangat berbeda tapi saya anggap tidak apa-apa. Begitulah sebuah hubungan berjalan. Tak ada yang benar-benar cocok antara dua orang, yang ada adalah kemauan untuk berkompromi dan menekan ego sendiri untuk menyikapi perbedaan.


3. Perjalanan cinta bukan sesuatu yang autopilot. Bertahan atau tidaknya, tergantung seberapa besar perjuangan.

Dulu saya juga berpikir bahwa ketika sudah jodoh, sebuah hubungan pasti akan bertahan dan sebaliknya. Jadi kalau sudah jodoh, perjuangannya ngga harus mati-matian. Santai saja, toh nanti ujung-ujungnya sama dia. Di usia ini saya belajar bahwa konflik juga diperlukan untuk saling mendewasakan dan bahkan menguatkan perasaan.

Lagipula, kita sering mempersempit bahwa jodoh/tidaknya pasangan itu dilihat dari sampai ke pernikahan atau tidak. Padahal resepsi pernikahan bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal babak baru. Apakah hubungan itu berjalan hingga dipisahkan kematian atau tidak, semuanya tergantung pada perjuangan dan komitmen masing-masing untuk bertahan.


4. Jatuh cinta mungkin bukan pilihan. Tapi apa yang saya lakukan setelahnya sepenuhnya saya yang tentukan.

Bicara jodoh tentu tak bisa lepas dari perkara cinta. Ya, saya percaya bahwa jatuh cinta itu bukan pilihan. Kalau jatuh cinta itu pilihan, tentunya tidak ada istilah people we can’t have, karena kita semua akan memilih orang yang pasti dapat kita miliki untuk jatuh cinta. Jadi apakah mungkin kita jatuh cinta pada orang lain saat sudah punya pasangan? Sangat mungkin. Tetapi, apa yang kita lakukan atas perasaan cinta itu adalah sebuah keputusan yang diambil dari pilihan-pilihan. Bisa saja saya menyatakannya dengan lantang alih-alih menyimpannya diam-diam karena saya sudah berkomitmen dengan orang lain, ataupun sebaliknya.


5. Ketika sebuah hubungan berakhir dengan berbagai alasan, itu bukan karena tidak jodoh. Melainkan karena masing-masing sudah menyerah untuk saling memperjuangkan.

Ketika meng-amin-i bahwa pasangan hidup adalah jodoh yang dikirimkan, lantas saya berpikir, bagaimana jika saya salah menerjemahkan pesan Tuhan? Bagaimana bila saya mengira jodoh orang lain adalah jodoh saya, atau orang lain mengira jodoh saya adalah jodohnya?

Apakah alasan “bukan jodoh” inilah yang membuat suami-istri yang sudah menikah 30 tahun kemudian bercerai? Atau mungkin yang terjadi justru mereka berhenti karena sudah menyerah untuk mempertahankan sebuah hubungan karena satu dan lain hal. Saya lebih percaya yang kedua.


6. Jodoh dan cinta itu irrational, sedangkan mencari pasangan hidup harus rasional.

Kalau melihat bagaimana kita menggambarkan jodoh selama ini–mulai dari butterfly effect di perut hingga bisikan ajaib bahwa dia the right one untukmu–itu adalah yang mistis dan ngga masuk akal kan? Tapi bicara soal mencari pasangan hidup, kita (diharapkan) untuk rasional. Kalau menuruti keinginan, ya saya ingin pasangan hidup saya adalah Irwan Mussry yang tampan dan mapan. Tapi keinginan itu ngga rasional, bukan? Sebaliknya, kita mungkin saja sangat mencintai seseorang, namun karena satu dan lain hal, kita ngga mengharapkan orang itu sebagai pasangan hidup untuk selamanya.

Jodoh adalah konsep abstrak yang memang sangat ampuh untuk memotivasi diri saya sendiri. Saya menyebut “jodoh” ketika sesuatu itu bisa saya raih. Sebaliknya, saya menyebut “ngga jodoh” saat sesuatu itu gagal saya raih.

Lagipula jika benar jodoh adalah sosok yang diciptakan untuk saya dan karenanya garis kami adalah harga mati, saya benar-benar khawatir bila jodoh saya sebenarnya memutuskan untuk hidup sendiri.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~








Thursday, July 29, 2021

MARRY SOMEONE YOU CAN TALK WITH ...

WHY?

Because ... when we are old and our bodies are no longer able to do many things, the only thing we will do is talk with him.

I always think that as an extroverted woman, I prefer introverted men, I like to have discussions and deep talks. Whenever I talk he would respond in moderation, not too much, nothing less. I'm very happy, and the responses are usually from a different perspective I need to balance my opinion.

I always think that when I come home from work there will be lots of thoughts and stories going through my head, then I will jump on the bed, tell my husband everything, I want my husband to be able to respond enthusiastically, enthusiastic but calm, willing to patiently listen, smiling, then at the end when I have spoken too long he can silence me by hugging me, hugging me warmly, I will melt in his body.

That kind of love will fill you with joy and excitement each day❤ That kind of person that is proof that everything that is happening now is for something good in the future, that kind of person that each time we look into his eyes, I know that "he loves me, and everything will be okay".


 


Saturday, November 7, 2020

ORANG SPT APA YANG AKAN KALIAN NIKAHI 2

Jodoh artinya apa, kompatibel alias saling melengkapi. Orang yang saya nikahi bukanlah yang selalu mendukung segala ide saya, mendukung segala keputusan, kompatibel artinya dia paham ada titik kelemahan saya yang harus dia bantu, atau yang sebaiknya dia lengkapi, bukan diperbaiki. Tidak ada manusia yang bisa memperbaiki manusia, misalnya pasangan kamu suka pukul dan berkali kali juga kalian maafkan karena berjanji berubah, tidak mungkin semudah membalik telapak tangan untuk berubah karena memukul sudah menjadi kebiasaan yang nyaman baginya atau bisa jadi kalian terjatuh di jebakan psikologisnya.
Sebagai wanita yang sedang menyiapkan diri utk menikah (kelak dlm waktu & perkenan Tuhan), tidak banyak syarat khusus dari saya untuk menikahi jodoh saya. Saya hanya belum menemukan satu klik dengan seseorang, ya barangkali itu tanda jodohnya. Jika kalian menikah hanya karena dia enak diajak ngobrol pun, semua masih bisa fatamorgana. Bahkan Siri, Alexa dan Cortana juga teman mengobrol yang baik, bisa melempar jokes seperti lainnya. Saat menemukan orang yang bisa saya nikahi, mungkin saya menemukan seseorang yang bisa saya percaya untuk jadi pendamping dan pelengkap hidup. Saya juga tidak perlu mengubah karakternya, berpura-pura perhatian dan membuat percakapan menarik. Bahkan ketika kalian memiliki pasangan yang kompatibel, hanya dengan kedipan mata dan juga jentikan jari, kalian akan paham tentang kode pasangan. Komunikasi non verbal justru lebih kuat daripada verbal.
Mungkin kalian pernah menemukan salah satu wawancara Bill Gates mengapa dia pada awalnya tidak suka wawancara di depan umum bersama Melinda dan selalu ditanya proyek Gates Foundation sedangkan Melinda selalu diacuhkan jurnalis? Bill Gates kemudian selalu menyela untuk memberikan ruang istrinya berbicara dan menegaskan bahwa ide di foundation adalah buah pikir istrinya dan memberikan lanjutan interview untuk Melinda berkembang. Sehingga sekarang Melinda sendiri memiliki banyak eksposure media dan Bill menghargai pemikiran Melinda bahkan tidak jarang Bill Gates hanya sedikit bicara dan semua penjelasan dipaparkan sang istri. Coba bayangkan jika Bill Gates beristri Kim Kadarshian, apakah akan menghasilkan Gates foundation, alih-alih malah sibuk disorot kehidupan pribadinya.
Dengan memiliki pasangan yang memang jodoh atau kompatibel, bukan hanya kualitas hidup saja yang meningkat bisa jadi karir, kesempatan belajar dan juga perbaikan karakter yang disadari masing-masing individu bisa meningkat. Jika pasangan kalian tidak menghasilkan keuntungan atau bahkan bersifat parasit barangkali bukan itu jodoh kompatibel untuk anda sekalian.

ORANG SPT APA YG AKAN KALIAN NIKAHI 1

"Marry someone you can talk with" Karena kelak saat kita tua dan badan kita sudah tidak mampu lagi melakukan banyak hal, satu satunya yang akan kita lakukan adalah berbincang bersamanya. 
Sejak dahulu saya juga berpikir seperti itu, saya perempuan ekstrovert, tapi saya lebih senang dengan laki laki introvert, saya senang melakukan diskusi dan deep talk, mantan saya sbg introvert sangat baik dalam melakukan hal itu. Setiap kali saya berbicara melantur kesana kemari dia akan menanggapi secukupnya, tidak berlebihan tidak kurang. Saya sangat senang, dan tanggapan-2 nya yg biasanya dari perspektif yg berbeda saya perlukan utk mengimbangi pendapat saya.

Saya selalu berpikir kelak saat pulang kerja akan banyak sekali pikiran dan cerita yang ada di kepala saya, kemudian saya akan melompat ke kasur, menceritakan semuanya pada suami saya, saya ingin suami saya bisa menanggapi dengan cukup antusias, tapi tidak ramai sendiri juga, antusias namun tenang, mau sabar mendengarkan, sambil tersenyum, kemudian di akhir saat saya sudah berbicara terlalu panjang dia bisa mendiamkan saya dengan cara memeluk saya, memeluk hangat, saya akan meleleh ditubuhnya.

Selain itu saya ingin suami yang bisa saya jadikan sahabat, teman bercerita apapun, karena kelak semua akan meninggalkan kita, kita hanya akan berdua menua bersama, bangun dan tidur disebelah sahabat anda, kerap bertengkar namun tahu saling menyayangi satu sama lain, bisa mencaci namun tetap diakhiri kalimat "I love you"

That kind of love will fill you with joy and excitement each day ❤ That kind of person yang jadi bukti bahwa semua yang terjadi sekarang untuk sesuatu yang baik di depan, that kind of person yang each time kita lihat matanya, kita tahu that "he loves me, and everything will be okay"

APA YANG MEMBUATMU JATUH CINTA?

POLA PIKIR. 
Serius, saya jaraaang banget suka sama orang karena tampang / penampilannya.
Saya suka pria yg pinter, kalo ibarat public figure tuh kayak Ernest Prakasa, gitu. Bukan selalu ttg pinter akademis (well, meskipun pinter akademis akan lebih sexy) tapi lebih ke pinter yang gimana ya kecerdasan sosialnya, wawasannya luas, punya suatu keahlian (music/public speaking/acting/directing/photography/writing/etc) bisa diajak diskusi asik tanpa menjatuhkan wawasan saya yang—maybe—ngga seberapa.

DUNIA / INTEREST YG BEDA
Saya juga suka pria yang DUNIANYA BERBEDA DARI saya, bukan dari dunia lain loh wkwkwkwkw ..... tapi interest nya beda sama saya jadi bisa diajak tukar pikiran, sharing wawasan,  sehingga  pengetahuan saya pun berkembang dan pola pikir saya juga bisa lebih terbuka ttg banyak hal.

HIS SENSE OF HUMOR
Nilai plus juga kalo dia punya sense of humor yang cerdas & sehat, maksudnya? Jujur (meski terdengar naive), saya ngga suka becandaan jorok atau yg mendiskreditkan perempuan (atau laki-2 juga) atau yang physical, bagi saya sesuatu yg lucu, bisa diketawain bareng-2 itu ngga harus jorok atau mempermalukan orang.  

MANNER - M-A-N-N-E-R 
In this reckless world, di belahan dunia bagian manapun, ada yg namanya MANNER, Sopan Santun, Tata Krama. Percuma ganteng and pinter kalau ngga ada manner-nya, nyablak blusak blusuk ngga tahu sopan santun, oh noooooo .......

JIWA SOSIAL, LEADER, PROTECTOR & PROVIDER
Yang ini ngerti kan ga perlu dijelasin? Ngga pelit, maksudnya! Bukan brarti saya berat berbagi tapi kadang saya pun ingin melihat (dan merasakan) ada "pengorbanan" (effort) dari dia buat nyenengin saya, meskipun hal kecil (ngga mahal) tapi bukankah romantisme di tumbuhkan dari hal-2 demikian. I don't look for a man to provide me financially but I am also NOT going to deal with a man that can't provide. I don't mind being submissive but I'll never let the blind let me.

Literally belum ketemu yg sesuai dgn apa yang saya suka, biasanya hanya1 atau 2 point saja dalam dirinya, but anyway, nobody’s perfect, so I’m okay with that. Bukankah faktor essential dlm relationship itu adalah acceptance and adjustment?

THE WORLD OF THE MARRIED (IV) - Min Hyun Seo - Park In Kyu

Sulit untuk keluar dari hubungan toksik/abusif. Park In Kyu ini manipulator kelas kakap. Sebenarnya ia tidak sayang Hyun Seo, tapi ia cuma butuh ada orang yang memperhatikannya—seperti kebanyakan abuser lainnya. Ia butuh ada orang yang ia kendalikan. Park In Kyu juga seorang narsistik dan memiliki attachment fearful-avoidant. Hyun Seo sendiri masuk ke dalam jebakan traumatic bondage, yaitu keadaan di mana ia dibombardir cinta awalnya lalu disakiti lagi, tapi jadinya malah ketagihan. Ia juga terkena stockholm syndrome di mana ia jatuh cinta dengan penyiksanya/penyanderanya. Ia juga memiliki hero syndrome di mana ia merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki perilaku buruk In Kyu. Ingat kan waktu Hyun Seo bilang ia sebenarnya bertahan hanya karena merasa kasihan?

Kenapa sulit? Karena hubungan abusif dapat mempengaruhi baik pelaku dan korban. Korbannya ini bisa sampai ketagihan disakiti dan dimanipulasi sedemikian rupa sehingga ia merasa ia pantas mendapatkan semua siksaan ini. Kadang, sang korban pun tidak sadar kalau dirinya korban, loh.

Minta bantuan orang lain untuk keluar dari hubungan toksik, jika perlu. Kalau perlu pakai bantuan pihak berwajib, LSM kewanitaan, dan lain-lain. Pindah yang jauh, blokir seluruh akses komunikasi. Dapatkan bantuan psikologis juga untuk memulihkan rasa percaya diri yang hancur akibat hubungan tersebut. Kebanyakan korban kekerasan memiliki kepercayaan diri yang rendah sehingga dimanfaatkan kelemahannya ini oleh pelaku.

Maafkan diri sendiri dan melangkah ke masa depan. Walau Hyun Seo sudah tidak mencintai In Kyu, tapi ia sepertinya masih berkubang pada masa lalunya dengan In Kyu. Namun, perkembangan karakter Hyun Seo terjadi ketika ia mulai menolak In Kyu dengan tegas dan memilih untuk melanjutkan hidupnya tanpa In Kyu. Hal ini dipermudah dengan kematian In Kyu.

THE WORLD OF THE MARRIED (III) - Keluarga Yeo

Uang dan kekuasaan bisa membeli semuanya. Sayang sekali ya, dunia masih bekerja dengan cara seperti ini. Ayah Da Kyung jelas memiliki uang dan kekuasaan untuk "mengatur" semuanya agar semuanya lebih mudah untuk Da Kyung. Ibunya juga menggunakan ini untuk "membeli" hati pada ibu-ibu di Gosan agar berpihak kepada mereka dan menjatuhkan Sun Woo. Da Kyung sendiri juga menggunakan ini untuk membela Joon Young saat memukul Hae Kang dengan mengiming-imingi dukungan politik untuk ayah Hae Kang. Menyedihkan, tapi nyata.

Jangan terlalu memanjakan anak. Anak yang salah harus diluruskan, bukan dibenarkan. Saya sendiri gemes banget lihat ibunya Da Kyung yang secara irrasional membela perbuatan "melakor" anaknya. Walaupun keluarganya udah hancur pun, gak ada justifikasi untuk orang merebut suami orang lain. Sun Woo disudutkan pula dan di-framing menjadi orang gila supaya anaknya yang dianggap benar. Ayahnya juga terlalu memuluskan jalan apapun demi anaknya. Bener sih anaknya bahagia, tapi salah kan? Apa orang tua juga nggak ikut salah kalau begini jadinya? Gak heran kalau Da Kyung gak paham kalau tiap orang punya hak dan kewajibannya sendiri-sendiri dan dia gak ada hak untuk merebut hak orang lain.

Sesuatu yang didapatkan dengan cara yang tidak benar akan berakhir sengsara. Mungkin awalnya bahagia, tapi karma menanti anda. Da Kyung awalnya merasa menang dengan telah merebut Tae Oh dari Sun Woo, tapi akhirnya hidupnya sengsara. Hati-hati, Tuhan tidak tidur.
Jangan gampang percaya omongan orang yang selingkuh. Bilang keluarganya hancur lah, istrinya gila lah, apa lah. Itu cara manipulasi pelaku untuk meyakinkan korban kalau korban adalah orang yang dapat melengkapi pelaku, padahal cuma buat pelampiasan nafsu aja. Tae Oh berhasil memanipulasi banyak orang kalau Sun Woo gila, termasuk Da Kyung. Logikanya, dia aja bohongin pasangannya, yakin dia gak bohongin anda juga?

Orang yang selingkuh kemungkinan akan selingkuh lagi. "Tidak ada jaminan kamu tidak akan berakhir sepertiku," ujar Sun Woo. Penelitian pun menunjukkan kalau orang yang selingkuh 3 kali lipat kemungkinannya untuk selingkuh lagi[1], jadi hati-hati.

Sunday, June 14, 2020

THE WORLD OF THE MARRIED (II) - Ko Ye Rim - Son Je Hyuk



Jangan menikah tanpa cinta. Cinta, walaupun bukan komponen terbesar dalam pernikahan, tapi tetap penting. Cinta kadang dapat memberi alasan untuk bertahan dan untuk mempertahankan komitmen. Lihatlah perasaan yang berusaha ditumbuhkan selama bertahun-tahun namun kandas.

Kamu baru sadar berartinya seseorang ketika seseorang itu sudah pergi. Ini kasusnya sama pada Sun Woo-Tae Oh dan Ye Rim-Je Hyuk. Biasanya saat sadar semuanya udah terlambat, sudah terlalu rusak. Kepercayaan yang udah pecah gak akan bisa utuh lagi. Jangan rusak kepercayaan dan komitmen anda dan pasangan.

Mandirilah secara finansial, terutama untuk wanita. Jadi ibu rumah tangga boleh, tapi sebaiknya tetap punya pegangan sendiri. Karena kita gak tau apa yang akan terjadi, bisa aja bangkrut, terlilit hutang, suami meninggal atau meninggalkan kita. Selalu sedia payung sebelum hujan. Ini penting banget karena Ye Rim terpaksa mempertahankan hubungannya dengan Je Hyuk karena kalau ia cerai, ia tidak punya apa-apa, padahal hubungannya udah gak sehat banget.

Punya anak bukan solusi. Kalau hubungan kalian dasarnya udah jelek, punya anak bisa merenggangkan semuanya malah. Ditambah menjadi alasan toksik untuk bertahan, demi kebahagiaan anak lah, anak harus tumbuh dengan orang tua yang utuh lah. Menurut hemat saya, itu semua hanya menambah masalah. Anda bisa cinta pada anak, tapi belum tentu cinta pada pasangan kalian. Lagi-lagi, nantinya anak jadi korban, karena tumbuh di keluarga palsu atau keluarga dingin yang orang tuanya terlihat saling tidak menyayangi, ditambah punya kebiasaan selingkuh.

Ibu rumah tangga dianggap pekerjaan rendahan, setidaknya di Korea Selatan (dan Indonesia, sayangnya). Je Hyuk awalnya benar-benar merendahkan Ye Rim yang tidak bekerja dan hanya mengurus rumah tangga. Ia selalu membandingkan Ye Rim dengan Sun Woo. Ibu rumah tangga masih dianggap sebelah mata, pekerjaan hina, pekerjaan rendahan, sehingga Je Hyuk bisa seenaknya, apalagi ia memegang ekonomi keluarga. Banyak ibu rumah tangga yang tidak diberikan uang secara layak oleh suaminya dan dianggap "Kamu kan nggak kerja". Padahal kemampuan mengurus rumah itu penting juga dan berat pekerjaannya. Ibu rumah tangga nggak dibayar, tapi asisten rumah tangga dibayar. Ironis, bukan?

MARRIAGE IS A DAILY LIFE

Before I continue writing, forgive me for the title of this post that may sounds like it understates the meaning of marriage. NO! It is not ...